KELURAHANSIDOHARJOKab. Wonogiri, Kec. Sidoharjo

1 September 2026

Mengembangkan Potensi UMKM Sidoharjo, Tim KKN-T IPB Dorong Pelaku Usaha Beradaptasi di Era Digital

Sidoharjo, Wonogiri – Kelurahan Sidoharjo memiliki beragam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tumbuh di tengah masyarakat. Mulai dari usaha makanan dan olahan pangan hingga jasa konveksi, berbagai usaha lokal tersebut menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat Sidoharjo. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, potensi tersebut perlu didukung dengan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan ruang digital untuk memperkenalkan produk dan menjangkau konsumen yang lebih luas.

Melihat potensi tersebut, Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB University menghadirkan program UMKM Go Digital di Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri. Program yang berlangsung pada 29 Juli–8 Agustus 2026 ini memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk mulai memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran sekaligus memperkuat identitas usaha.

Pendampingan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Bentuknya beragam, mulai dari pembuatan WhatsApp Business, akun Instagram, logo, poster, dan banner, hingga pendaftaran lokasi usaha di Google Maps serta pembuatan QRIS untuk mendukung pembayaran digital.

Digitalisasi Dimulai dari Kebutuhan Pelaku Usaha

Salah satu bentuk pendampingan yang diberikan adalah membantu pelaku UMKM membuat dan mengoptimalkan WhatsApp Business sebagai media komunikasi sekaligus pemasaran. Pelaku usaha diperkenalkan pada cara memanfaatkan platform tersebut untuk menampilkan produk, memberikan informasi kepada calon pembeli, serta mempermudah komunikasi dengan pelanggan.

Pendampingan juga dilakukan melalui pembuatan dan pemasangan banner, logo, serta stiker produk. Identitas visual tersebut menjadi bagian penting dalam membangun citra usaha agar produk lebih mudah dikenali oleh konsumen.

Selain memperkuat tampilan usaha, Tim KKN-T juga membantu pelaku UMKM memperluas akses konsumen melalui Google Maps. Dengan mendaftarkan lokasi usaha secara digital, calon pelanggan dapat menemukan lokasi UMKM dengan lebih mudah.

Menyesuaikan Teknologi dengan Kondisi UMKM

Di lingkungan Bakalan Kulon, Tim KKN-T mendampingi sebuah angkringan TMT yang sebelumnya belum menggunakan sistem pembayaran digital. Melalui program UMKM Go Digital, pelaku usaha mendapatkan pendampingan dalam pembuatan dan penggunaan QRIS sebagai alternatif pembayaran bagi pelanggan.

Angkringan TMT

Sementara itu, di lingkungan Keden, pendampingan diberikan kepada Tempe Kripik AG dan Bawang Goreng Kayana. Kedua UMKM tersebut mendapatkan bantuan dalam pemanfaatan WhatsApp Business, pembuatan poster, serta pengembangan logo untuk mendukung pemasaran produk melalui media digital.

Brambang Goreng Kayana

Pembuatan banner dan pendaftaran lokasi usaha di Google Maps juga dilakukan untuk membantu calon konsumen mengenali serta menemukan usaha dengan lebih mudah. Dengan berbagai media tersebut, produk lokal memiliki lebih banyak ruang untuk diperkenalkan kepada masyarakat di luar lingkungan sekitar.

Keripik Tempe AG

Pendampingan juga dilakukan di Keron Kidul melalui Konveksi Mandiri Putra. Pelaku usaha mendapatkan bantuan dalam pembuatan akun Instagram serta pendampingan dalam membuat konten sederhana untuk memperkenalkan produk dan layanan konveksi melalui media sosial.

Konveksi Mandiri Putra @konveksi.mandiriputra

Membawa UMKM Sidoharjo Lebih Dekat dengan Konsumen

Program UMKM Go Digital tidak berhenti pada pembuatan berbagai media digital. Tim KKN-T juga menyusun booklet panduan UMKM Go Digital yang dapat digunakan oleh pelaku usaha setelah program berakhir.

Booklet tersebut berisi panduan sederhana mengenai penggunaan WhatsApp Business, Google Maps, Instagram, QRIS, pembuatan konten promosi, serta penguatan branding produk. Dengan adanya panduan tersebut, pelaku UMKM memiliki bahan yang dapat digunakan untuk mengelola dan mengembangkan media pemasaran digital secara mandiri.

Program ini menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha. Kehadiran usaha di Google Maps, penggunaan WhatsApp Business, tampilan produk yang lebih menarik, hingga tersedianya pembayaran digital menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing UMKM di tengah perubahan perilaku konsumen.

Melalui UMKM Go Digital, Tim KKN-T IPB University tidak hanya memperkenalkan teknologi kepada pelaku usaha, tetapi juga mendorong agar potensi UMKM yang telah tumbuh di Sidoharjo dapat memiliki jangkauan yang lebih luas. Dengan memanfaatkan ruang digital secara bertahap, produk lokal Sidoharjo memiliki peluang untuk dikenal oleh lebih banyak konsumen.

Dari usaha yang tumbuh di lingkungan masyarakat hingga hadir di ruang digital, UMKM Sidoharjo terus memiliki ruang untuk berkembang, beradaptasi, dan memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas.

Penulis:
Salma Khaerunisa
Tim KKN-T IPB University