31 Agustus 2026
Belajar Sambil Berkarya, Tim KKN-T IPB Ajak Siswa Sidoharjo Kenali Karakter, Lingkungan, dan Cita-Cita

Sidoharjo, Wonogiri – Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas dengan buku dan papan tulis. Melalui kegiatan yang interaktif dan menyenangkan, siswa dapat belajar mengenal karakter, peduli terhadap lingkungan, sekaligus mengembangkan keterampilan melalui karya sederhana. Semangat tersebut dihadirkan Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB University melalui Kawan Belajar, salah satu bagian dari Program KAWAN (Kreasi, Aksi, Wawasan, dan Aspirasi Nyata) di Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri.
Kawan Belajar dilaksanakan pada 20–23 Juli 2026 di empat sekolah dasar, yaitu SDN 1 Sidoharjo, SDN 3 Sidoharjo, SDN 4 Sidoharjo, dan SDN 5 Sidoharjo. Kegiatan dirancang dengan pendekatan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan siswa, mulai dari pengembangan karakter, penghijauan, hingga pengembangan kemampuan motorik. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak belajar melalui pengalaman dan praktik secara langsung.
Menanamkan Karakter melalui Cerita dan Cita-Cita
Salah satu rangkaian Kawan Belajar berfokus pada pengembangan karakter siswa melalui nilai sopan, santun, dan tekun. Kegiatan diawali dengan menonton video edukatif bersama yang memperkenalkan pentingnya ketiga karakter tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah menonton video, mahasiswa KKN-T mengajak siswa berdiskusi mengenai makna sopan, santun, dan tekun serta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui tanya jawab sehingga siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga berkesempatan menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan melalui roleplay cita-cita. Mahasiswa memperagakan berbagai profesi untuk memperkenalkan siswa pada beragam pilihan pekerjaan di masa depan. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa setiap profesi membutuhkan karakter yang baik, termasuk sikap sopan, santun, serta ketekunan dalam menjalankan tugas dan mencapai tujuan.


Pada sesi berikutnya, siswa menuliskan cita-cita mereka pada selembar kertas dan menempelkannya pada Pohon Cita-Cita. Beberapa siswa kemudian maju untuk menyampaikan cita-cita beserta alasan mereka memilihnya. Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk mulai mengenali keinginan mereka sekaligus memikirkan hal-hal yang perlu ditekuni untuk mencapai cita-cita tersebut.
Belajar Peduli Lingkungan dari Pot Bekas


Kawan Belajar juga mengajak siswa mengenal pentingnya penghijauan melalui kegiatan menanam dan menghias pot dari galon plastik bekas. Sebelum praktik dimulai, mahasiswa KKN-T menjelaskan tahapan kegiatan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh siswa.
Siswa kemudian diajak menyiapkan berbagai bahan, seperti galon bekas yang telah dipotong, tanaman, media tanam, cat, dan kuas. Mereka belajar menanam tanaman ke dalam pot yang telah disediakan. Setelah proses penanaman selesai, siswa diberikan kesempatan untuk menghias pot menggunakan cat sesuai dengan kreativitas masing-masing.
Kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan cara sederhana untuk melakukan penghijauan, tetapi juga memberikan pengalaman kepada siswa bahwa barang bekas dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang berguna. Tanaman yang telah ditanam juga dapat terus dirawat oleh siswa sehingga kegiatan penghijauan tidak berhenti ketika kegiatan Kawan Belajar selesai.
Mengasah Motorik melalui Koran Bekas


Selain karakter dan lingkungan, Kawan Belajar turut memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan motorik melalui kegiatan membuat tempat pensil dari koran bekas.
Kegiatan diawali dengan pengenalan bahan dan prosedur pembuatan. Siswa kemudian menggunakan koran bekas, gunting, lem, dan alat tulis untuk membuat tempat pensil. Mereka belajar menggulung koran, menyusun gulungan tersebut, hingga membentuknya menjadi tempat pensil.
Setelah bentuk dasar selesai, siswa kembali diberikan kesempatan untuk menghias hasil karyanya sesuai dengan kreativitas masing-masing. Proses tersebut menjadi pengalaman belajar yang melatih ketelitian, koordinasi gerak, sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghasilkan karya dari bahan yang sederhana.
Belajar, Berkarya, dan Berani Bermimpi
Beragam kegiatan dalam Kawan Belajar menunjukkan bahwa proses pembelajaran dapat dikemas melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan siswa. Nilai karakter diperkenalkan melalui video, diskusi, dan roleplay; kepedulian terhadap lingkungan ditanamkan melalui kegiatan menanam; sementara kemampuan motorik dikembangkan melalui pembuatan kerajinan dari barang bekas.
Hasilnya pun tidak berhenti pada pemahaman materi. Siswa menghasilkan berbagai karya, mulai dari tempat pensil berbahan koran bekas hingga pot dari galon plastik bekas yang digunakan untuk menanam tanaman hias. Di sisi lain, kegiatan Pohon Cita-Cita memberikan ruang bagi siswa untuk menuliskan harapan mereka di masa depan dan memikirkan langkah yang perlu dilakukan untuk mencapainya.



Melalui kegiatan yang sederhana tersebut, siswa diajak memahami bahwa belajar bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, tetapi juga tentang mencoba, berkarya, bekerja sama, dan berani memiliki cita-cita. Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk terus mengembangkan karakter, keterampilan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi siswa, mahasiswa KKN-T juga memberikan hadiah kepada peserta di akhir kegiatan. Pemberian tersebut menjadi penutup yang menyenangkan sekaligus diharapkan dapat menambah semangat siswa untuk terus belajar dan berkarya.
Melalui Kawan Belajar, Tim KKN-T IPB University berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna. Dari mengenal sopan, santun, dan tekun, belajar merawat tanaman, hingga mengubah koran bekas menjadi karya, setiap kegiatan menjadi langkah kecil untuk membantu siswa tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, kreatif, peduli terhadap lingkungan, dan berani mengejar cita-cita.
Penulis: Salma Khaerunisa
Tim KKN-T IPB University
